• Latest
  • Trending
  • All
Israel Bersikeras Bertahan di Gaza, Ini Syarat agar Pasukannya Mau Mundur

Israel Bersikeras Bertahan di Gaza, Ini Syarat agar Pasukannya Mau Mundur

August 1, 2026
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

August 16, 2026
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

August 13, 2026
Kasus Kopilot Bawa 26 Kg Narkoba ke RI Terbongkar, Polisi Malaysia Kejar Pemasok

Kasus Kopilot Bawa 26 Kg Narkoba ke RI Terbongkar, Polisi Malaysia Kejar Pemasok

August 5, 2026
AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

August 3, 2026
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

August 3, 2026
Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

July 29, 2026
Wuling BinguoEV Tersubsidi 1% PPN, Mobil Listrik 410 Km Ini Kian Terjangkau

Wuling BinguoEV Tersubsidi 1% PPN, Mobil Listrik 410 Km Ini Kian Terjangkau

July 22, 2026
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir di Indonesia dengan Promo Menarik

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir di Indonesia dengan Promo Menarik

July 21, 2026
Samsung Galaxy M47 5G Andalkan Kamera OIS dan Update Software Jangka Panjang

Samsung Galaxy M47 5G Andalkan Kamera OIS dan Update Software Jangka Panjang

July 21, 2026
Watu Payung Jogja, Destinasi Alam dengan Panorama Pegunungan Sewu yang Memesona

Watu Payung Jogja, Destinasi Alam dengan Panorama Pegunungan Sewu yang Memesona

July 21, 2026
Royal Enfield Shogun 650 x Rough Crafts Hadir Eksklusif, Produksi Hanya 100 Unit

Royal Enfield Shogun 650 x Rough Crafts Hadir Eksklusif, Produksi Hanya 100 Unit

July 21, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us
Tuesday, November 3, 2026
PilarDunia.com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Regional
    • Teknologi
No Result
View All Result
PilarDunia.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Israel Bersikeras Bertahan di Gaza, Ini Syarat agar Pasukannya Mau Mundur

by admin
August 1, 2026
in Internasional
0
Israel Bersikeras Bertahan di Gaza, Ini Syarat agar Pasukannya Mau Mundur
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Upaya mengakhiri konflik di Jalur Gaza kembali menghadapi jalan terjal. Israel menegaskan belum bersedia menarik pasukannya dari wilayah Gaza sebelum Hamas benar-benar menjalankan proses pelucutan senjata.

Sikap tersebut muncul setelah Hamas menyatakan telah menyetujui kesepakatan yang memuat sejumlah langkah menuju penghentian perang, termasuk perlucutan senjata dan penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Namun, bagi Israel, urutannya tidak bisa dibalik. Tel Aviv menginginkan adanya bukti nyata bahwa Hamas telah melucuti persenjataannya sebelum penarikan pasukan dilakukan.

Israel Tak Mau Mundur dari Garis Kuning

Sumber politik Israel yang dikutip AFP pada Sabtu (1/8/2026) menyebut tidak akan ada penarikan pasukan Israel dari posisi mereka di sepanjang apa yang disebut sebagai Garis Kuning, kecuali Hamas melakukan pelucutan senjata secara serius.

Garis tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pengaturan wilayah Gaza, dengan posisi pasukan Israel dan wilayah yang berada di bawah kendali Hamas dipisahkan oleh garis demarkasi tersebut.

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa isu keamanan masih menjadi persoalan paling sensitif dalam pembicaraan mengenai masa depan Gaza.

Israel tampaknya ingin memastikan bahwa penarikan pasukan tidak memberikan kesempatan bagi Hamas atau kelompok bersenjata lainnya untuk kembali membangun kemampuan militernya.

Di sisi lain, Hamas justru menempatkan penarikan pasukan Israel sebagai prasyarat sebelum mereka mengambil langkah menuju pelucutan senjata. Perbedaan urutan inilah yang berpotensi kembali menghambat implementasi kesepakatan.

Hamas Klaim Sudah Memberi Konsesi

Pada Jumat (31/7/2026), Hamas mengonfirmasi persetujuannya terhadap sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Israel.

Kesepakatan tersebut mencakup proses pelucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel dari Gaza secara bertahap. Pengumuman itu datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa telah tercapai kesepakatan mengenai “perlucutan senjata total” Hamas.

Hamas menyatakan proses penyimpanan senjata akan diawasi oleh sebuah komite yang dibentuk oleh Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang berkaitan dengan rencana pengelolaan Gaza.

Kelompok tersebut juga meminta mediator dan Dewan Perdamaian memastikan Israel menjalankan kewajibannya, terutama terkait penarikan pasukan dari wilayah Gaza.

Anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, menyebut keputusan kelompoknya sebagai sebuah konsesi yang diambil dengan mempertimbangkan kondisi warga Gaza.

Menurutnya, langkah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi penderitaan masyarakat Gaza akibat perang, termasuk ancaman kematian dan pengungsian.

Namun Hamas memberikan catatan penting: pelucutan senjata tidak akan dimulai begitu saja apabila Israel belum memenuhi bagian-bagian kesepakatan yang menjadi kewajibannya.

Siapa yang Harus Bergerak Lebih Dulu?

Inilah titik paling rumit dalam negosiasi.

Israel pada dasarnya mengatakan Hamas harus melucuti senjata lebih dahulu sebelum pasukan Israel mundur. Sementara Hamas menegaskan Israel harus memenuhi kewajibannya, termasuk menarik pasukan, sebelum proses pelucutan senjata dijalankan.

Dengan demikian, kedua pihak sama-sama menempatkan tindakan lawannya sebagai jaminan utama.

Persoalan tersebut bukan sekadar mengenai senjata. Pelucutan senjata berkaitan erat dengan siapa yang akan memegang kendali keamanan Gaza, bagaimana pemerintahan baru dibentuk, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap rekonstruksi wilayah tersebut.

Hamas menyatakan Israel tidak akan dilibatkan langsung dalam proses pelucutan senjata. Tugas itu, menurut Hamas, akan dijalankan oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza atau NCAG.

Masa Depan Gaza Masih Penuh Tanda Tanya

Pelucutan senjata Hamas telah menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.

Rencana yang dibicarakan tidak hanya menyangkut penghentian pertempuran, tetapi juga masa depan pemerintahan dan keamanan Gaza setelah perang.

Dalam perkembangan terbaru, sejumlah laporan internasional menyebut rencana perdamaian mengarah pada proses pelucutan senjata secara bertahap dan terverifikasi, yang kemudian diikuti penarikan pasukan Israel serta pembentukan mekanisme keamanan dan pemerintahan transisi.

Masalahnya, Israel masih mempertahankan posisi bahwa penarikan pasukan tidak dapat dilakukan tanpa adanya kepastian mengenai pelucutan senjata Hamas.

Sementara itu, Hamas menginginkan adanya jaminan bahwa penarikan pasukan Israel dan proses rekonstruksi Gaza benar-benar berjalan sebelum kelompok tersebut menyerahkan persenjataannya.

Kondisi ini membuat kesepakatan yang di atas kertas terlihat sebagai jalan menuju perdamaian masih menghadapi ujian berat dalam pelaksanaannya.

Bola kini berada di meja perundingan: apakah Israel dan Hamas dapat menyepakati mekanisme yang memungkinkan pelucutan senjata dan penarikan pasukan berjalan secara bersamaan, atau justru perbedaan mengenai siapa yang harus bertindak lebih dulu kembali membuat proses perdamaian Gaza tersendat.

Perkembangan ini menjadi salah satu isu penting yang akan menentukan apakah kesepakatan tersebut benar-benar mampu membawa Gaza menuju fase pascaperang atau kembali terjebak dalam kebuntuan.

Share197Tweet123Share49
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wuling BinguoEV Tersubsidi 1% PPN, Mobil Listrik 410 Km Ini Kian Terjangkau

Wuling BinguoEV Tersubsidi 1% PPN, Mobil Listrik 410 Km Ini Kian Terjangkau

July 22, 2026
Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

January 3, 2026
Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

March 22, 2026

Hello world!

1
BMKG: Potensi Hujan dan Cuaca Ekstrem Mendominasi Awal Tahun 2026 di Indonesia

BMKG: Potensi Hujan dan Cuaca Ekstrem Mendominasi Awal Tahun 2026 di Indonesia

0
Pemerintah Pastikan Sejumlah Bansos Cair Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Pemerintah Pastikan Sejumlah Bansos Cair Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

0
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

August 16, 2026
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

August 13, 2026
PilarDunia.com

Copyright © 2025 PilarDunia.com.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Regional
    • Teknologi

Copyright © 2025 PilarDunia.com.